Issultra.com I Konawe, – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Rabu (31/12/2025).
Kunjungan ini membawa pesan tegas evaluasi menyeluruh dan percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dimulai dari sektor pendidikan. Bukan sekadar kunjungan seremonial,
Bupati Yusran langsung meminta paparan komprehensif terkait penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Di hadapan Kepala Dikbud Konawe Dr. Suryadi, Sekretaris Dinas Ahmad Djauhari, serta jajaran terkait, Bupati menekankan pentingnya perencanaan berbasis data.
“Kita harus punya konsep dan peta yang jelas. Bagaimana kualitas pembelajaran, angka partisipasi, dan tantangan di lapangan. Semua harus berbasis data yang akurat,” tegasnya.
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Agustus 2024 menjadi salah satu fokus evaluasi. Tercatat, jumlah siswa SD di Konawe mencapai 25.594 orang yang tersebar di 277 sekolah, sementara siswa SMP berjumlah 8.675 orang di 67 sekolah.
Menurut Bupati, angka-angka tersebut tidak boleh berhenti sebagai laporan administratif, melainkan harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran.
“Setiap angka mewakili masa depan anak-anak Konawe. Infrastruktur dan kualitas guru harus benar-benar mendukung proses belajar mereka,” ujarnya.
Selain aspek akademik, Bupati juga mendalami progres pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah. Ia menyoroti efektivitas dan transparansi pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Konawe serta dana revitalisasi pendidikan dari APBN 2025.
“Saya ingin laporan fisik dan keuangan yang detail. Setiap rupiah harus berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan dan kualitas belajar,” pintanya.
Usai rapat tertutup, Bupati Yusran berkeliling meninjau kondisi Kantor Dikbud Konawe. Ia mengamati langsung ruang kerja, fasilitas pendukung, hingga aula pertemuan yang dinilai sudah tidak optimal.
Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati memastikan aula Dikbud akan direhabilitasi agar dapat difungsikan sebagai ruang pertemuan, sosialisasi program pendidikan, serta wadah dialog antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat.
“Aula ini harus menjadi ruang terbuka bagi kepentingan pendidikan Konawe,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Bupati Yusran Akbar dalam menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah, dengan pendekatan berbasis data, penguatan tata kelola, serta perbaikan infrastruktur pendukung pendidikan.(*)












